Egoisme Lenyapkan Nilai-nilai Pancasila

June 5, 2010 at 5:36 am | Posted in Artikel | 1 Comment
Tags:
» Dialog Interaktif
04 Juni 2010 | BP
Egoisme Lenyapkan Nilai-nilai Pancasila
Oleh I Gst. Bgs. Rai Utama, S.E., MMA., M.A.

Kecenderungan masyarakat modern adalah maraknya budaya konsumerisme dan telah terbukti membawa petaka bagi peradaban konserver, termasuk juga nilai-nilai luhur bangsa timur yang sangat luhur. Neoliberalisme telah membuat umat manusia makin egois, yang besar mengalahkan yang kecil, yang kuat mengalahkan yang lemah, yang kaya mengalahkan yang miskin.

Hal ini juga berimbas pada tata cara pengambilan keputusan di lembaga tertinggi negara seperti DPR yang cenderung lebih suka menggunakan metode voting dan mengesampingkan musyawarah dan mufakat. Sebagai contohnya Aceh disetujui oleh DPR tidak lagi menggunakan Pancasila sebagai paham tertinggi digantikan paham golongan tertentu dan itu artinya DPR ikut berandil menyelapkan nilai-nilai Pancasila di negeri ini. Disetujuinya RUU Antipornografi yang interprestasinya masih sangat rancu telah menjadi benih perpecahan baru dan ada kecenderungan melawan nilai-nilai luhur Pancasila. ketidakpedulian pemerintah pada kasus-kasus berbau SARA telah juga menjadi tragedi baru bagi bangsa ini, sebagai contohnya Poso dan Maluku. Kerancuran hukum adat, negara dan hukum agama juga menjadi masalah baru bagi kelestarian nilai-nilai Pancasila.

Fakta-fakta di atas hanya sebagian kecil dari bukti lunturnya nilai-nilai Pancasila, kemudian kita boleh mencoba mencari sebab kenapa semua itu bisa terjadi? Lalu apa solusi yang bisa kita pakai untuk mengembalikan Pancasila ke nilai luhurnya? Jawabnya adalah egoisme: egoisme kekuasaan, egoisme golongan, egoisme umat, ketidakadilan ekonomi, ketidakadilan pendidikan, ketimpangan pembangunan, dan mungkin juga kelalaian pemerintah. Yang paling kentara, penegak hukum yang tidak menghukum, penegak keadilan yang tidak adil, polisi yang kurang bijak, wakil rakyat yang tidak mewakili rakyat, itu semua telah menjadi santapan sehari-hari bagi masyarakat kita.

Solusi yang mungkin bisa ditawarkan seperti misalnya, DPR/MPR yang mewakili seluruh elemen masyarakat Bhineka Tunggal Ika, artinya sekecil apa pun sebuah golongan hendaknya ada wakilnya di DPR/MPR dengan cara mengembalikan utusan golongan ke golongannya masing-masing. Bukan dengan cara voting karena voting pasti meniadakan yang minoritas. Artinya nilai keadilan dan kemanusian pada Pancasila dapat dikembalikan lagi. Pemberian subsidi pembangunan bagi kabupaten yang miskin sehingga pembangunan di negeri ini merata dan itu artinya kita kembali ke keadialan bagi seluruh rakyat Indonesia. Menghormati semua pemeluk agama yang berbeda, mengakui keperbedaannya karena kita memang berbeda, jangan menyamakan sesuatu yang berbeda dan biarlah yang berbeda tetap berbeda, tindakan ini akan mengembalikan Ketuhanan Yang Maha Esa kembali ke elemen luhur dari Pancasila.

Yang paling pelik adalah persatuan dan kesatuan bangsa yang telah terkoyak-koyak oleh otonomi daerah yang mis-interpretasi, egoisme pemekaran wilayah, tuntutan otonomi khusus akan menjadi masalah yang sangat sulit untuk dipecahkan namun masih tetap ada solusinya. Pemerintah pusat harus dengan tegas menerapkan regulasi tentang kewenangan dan batasan-batasan hak dari kabupaten untuk mengelola pemerintahannya. Jangan ada lagi polisi lokal/golongan yang lebih powerful dari polisi sebenarnya. Jangan ada lagi tentara/komando golongan tertentu karena semua itu cenderung membawa ke arah perpecahan bangsa yang lebih besar.

Penulis, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Dhyana Pura, Badung, Bali

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Egoisme akan memunculkan individualistis


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: