PKB Tumbuhkan Embrio Berkesenian

October 7, 2008 at 12:29 am | Posted in Artikel | Leave a comment
Tags:

Rabu Umanis, 18 Juli 2007

Debat Publik


PKB Tumbuhkan Embrio Berkesenian
Oleh I Gusti Bagus Rai Utama

SECARA sederhana budaya dapat diartikan sebagai perilaku masyarakat yang dipancarkan dari aktivitas seni, kepercayaan, organisasi dalam masyarakat, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencarian serta teknologi dan peralatan. Jika berbicara budaya Bali, artinya kita menelusuri seberapa besar dominasi budaya Bali tersebut telah mempengaruhi sikap dan perilaku dalam masyarakat, seberapa kuat pengaruh kebalian mempengaruhi aktivitas seni, kepercayaan, produk yang dihasilkan pada industri yang berkembang dalam masyarakat Bali. Sebenarnya ada dua konsep untuk mempertahankan atau memperkuat pengaruh sebuah budaya yakni autentisitas dan modifikasi. PKB rupanya diadakan secara rutin untuk mempertahankan budaya dari sisi autentisitas tanpa mengabaikan dinamika masyarakat Bali dalam modifikasi terhadap budayanya.

Pesta Kesenian Bali (PKB) seperti biasa dimulai pada pertengahan bulan Juni dan berakhir pertengahan bulan Juli, bertepatan dengan liburan sekolah dengan harapan dapat membina generasi muda atau pelajar. Melihat situasi PKB beberapa tahun belakangan ini, terlihat nuansa berpesta seni dan berkesenian nampak semakin menipis, pagelaran-pagelaran seni yang terpentas, sangat diragukan kelanjutannya, artinya seni yang kreasi hanya untuk sesaat, karena kecilnya penghargaan, kurangnya pembinaan dan kebanyakan dari mereka berkutat pada keterbatasan dana. Ini memang sangat ironis dengan melimpahnya profit yang diperoleh industri pariwisata.

Benarkah kita sangat minim dana? Kenapa berkesenian ini harus terus digalakkan? Tentu saja pariwisata yang menjadi alasan mendasar, karena pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kreasi seni dan berkesenian. Ditambah lagi kita telah telanjur memilih pariwisata budaya sebagai branding pariwisata kita maka aktivitas senilah yang paling representatif untuk menggambarkan apakah budaya kita masih lestari atau telah tergerus oleh zaman? Ada hubungan yang saling menguntungkan antara pariwisata budaya dan PKB.

Berdasarkan pemikiran tersebut, PKB perlu terus dikembangkan, bahkan bila perlu pindahkan ke tempat yang lebih representatif dan alokasi dana yang rasional, serta perhatian yang lebih serius. Selanjutnya pesta tahunan ini dapat dikembangkan ke arah festival bermotifkan prestasi dan kreasi masa depan pada semua jenis seni yang ada. Seperti seni rupa, tari, drama, musik, sastra, bahkan mungkin sampai seni robotika, seni kreasi makanan alternatif, dan seni-seni inovatif lainnya yang bernuansa Bali. Sehingga mampu menyedot perhatian banyak pengunjung, menghindari sekadar datang untuk berbelanja. Festival ini sebaiknya memberikan penghargaan yang memukau pada pemenang lomba, dan hal ini akan memunculkan daya berkreasi yang lebih tinggi lagi.

Kalau para pendahulu kita mampu membuat sejarah, kenapa kita tidak mampu membuat sejarah baru? Kalau kita lihat perkembangan masyarakat Bali saat ini, sebenarnya telah banyak bermunculan potensi remaja-remaja Bali di bidang seni tarik suara, misalnya, dan seni-seni lainnya pada tingkat propinsi, atau bahkan tingkat nasional tanpa diwadahi event sekelas PKB. Artinya PKB kalah cepat dengan perkembangan zaman dan hal ini tentu saja kita tidak ingin PKB <

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: